Dingin angin menusuk
Enggan untuk melangkah lebih jauh
Membeku kaki mambatu
Hanya nyala dihati menahanku berdiri
Berdenting suara hati memanggilmu
Tengadah ke langit jauh mata mencari Terangmu
Diantara taburan bintang satu paling gemerlap cemerlang
Bening tenang menghalau gelisahku
Selalu jadi mimpi paling indah malam malamku
Diiringi desiran angin
Menggigil
Menitik air mataku
Mendesah nafasku
kini merindu
Untuk mencapaimu
Thursday, October 1, 2009
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment